TIPS MENJALIN KOMUNIKASI ANTAR GENERASI TIPS MENJALIN KOMUNIKASI ANTAR GENERASI

Maret 18, 2021

Saat ini perusahaan perusaaan memiliki pekerja yang berasal dari 3 atau 4 generasi berbeda, yaitu baby boomer, generasi X, generasi Y (milenial) dan genrasi Z. Masing-masing generasi tentunya tidak ada generasi yang terbaik dalam segala bidang. Dari setiap generasi memiliki kelebihan dan juga kekurangan berdasarkan perilaku dan pola pikirnya.


Masing-masing generasi ini memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan gaya bicara, cara pandang, prinsip dan nilai-nilai yang dianut. Seperti misalnya generasi Y (milenials)  adalah individu yang lahir pada tahun 1980-2000, mereka memiliki prinsip work life balance dan akan cenderung kritis saat akan melakukan sesuatu.


Gaya para pekerja milenial yang seringkali lekat dengan gawai menjadi salah satu penyebab pekerja senior (baby boomers dan generasi X ) berpadangan bahwa  pekerja milenial tidak memiliki sikap professional dan minim etika. Di sisi lain, pekerja milenial ber pandangan bahwa pekerja senior kaku, sulit menerima saran dari yang lebih muda dan sangat ingin dihormati alias gila hormat. 


Dalam dunia kerja, perbedaan gaya komunikasi antar generasi ini dapat menimbulkan masalah komunikasi yang serius. Jika dibiarkan bahkan dapat menimbulkan gesekan yang dapat mengancam keberlangsungan perusahaan. Perbedaan komunikasi antar generasi ini harus segera diatasi dan diperbaiki pada setiap level secara top-down, yaitu  dimulai dari level atas karena leader harus memberikan conto kepada karyawan di bawahnya.


Berikut 3 langkah untuk menjalin komunikasi antargenerasi.


  1. Kenali diri dan lawan bicara 

Pertama, kenali karakteristik atau gaya Anda dan kenali juga karakter lawan bicara. Mengenal diri Anda dan lawan bicara akan membuka kesadaran bahwa setiap generasi memiliki karakter, sikap, cara pandang, kebiasaan dan motivasi yang berbeda. Hal ini  tentunya lebih mencairkan suasana sehingga komunikasi akan terjalin lebih nyaman. 


Misal, bila Anda seorang milenial dan berhadapan dengan rekan atau atasan dari generasi X, maka awali pembicaraan dengan salam dan menyapa dengan sopan, gunakan bahasa yang sesuai, hindari penggunaan bahasa gaul.    


  1. Pahami sudut pandang lawan bicara

Memahami perbedaan sudut pandang lawan bicara dapat memudahkan Anda untuk dalam menerima saran atau ide dari lawan bicara. Dengan memahami sudut pandang orang lain, Anda akan menjadi teman diskusi yang menyenangkan dan menciptakan suasana yang kondusif sehingga dapat memunculkan keyamanan dalam berbagi ide dan solusi atas permasalahan. 


  1. Tumbuhkan Empati 

Empati selalu dibutuhkan dalam berkomunikasi agar interaksi dengan rekan dan atasan menjadi lebih baik. Empati didefinisikan sebagai kemampuan atau kecakapan untuk mengidentifikasi atau memahami dengan cara seolah-olah kita mengalami sendiri perasaan, pikiran, atau sikap orang lain. 


Empati tidak mengartikan bahwa Anda harus setuju dengan orang lain, tetapi menunjukkan bahwa Anda menghargai dan mendukung sudut pandang  lawan bicara. Empati tidak akan terlalu bermakna jika Anda tidak mampu mengomunikasikannya. Pada umumnya empati dihubungkan dengan ungkapan-ungkapan. Misalnya, Anda dapat mengomentari saran dari rekan Anda dengan “Saya mengerti maksud bapak … dan saya menghargai ide tersebut.” 


 


Hadirnya empati dalam berkomunikasi mampu mengubah kondisi negatif menjadi kondusif. Dengan demikian, semua akan terdorong untuk mencari solusi bersama dan bergerak memajukan perusahaan


Menyadari perbedaan gaya komunikasi antar generasi akan membuka kesadaran untuk saling memahami, sehingga mampu menciptakan keselarasan dalam mencapai tujuan bersama.



Wiwi Aoqutiat

Personal Growth Trainer 


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images