The CashFlow Quadrant (Bag. 3)

Februari 17, 2017

Summerized by
Wiwi Aoqutiat

Buku ini dibagi menjadi 3 bagian. 
Bagian Satu : tentang perbedaan inti antara orang-orang di keempat kuadran, mengapa orang tertentu cenderung menempati kuadran tertentu dan sering terjebak di sana tanpa menyadarinya. Bagian ini akan membantu mengetahui di mana tempat Anda saat  ini dalam  Quadrant dan di mana Anda ingin berada lima tahun mendatang.
Bagian Dua : tentang perubahan pribadi, tentang “siapa” diri Anda nantinya daripada “apa” yang harus Anda lakukan.
Bagian Tiga : memaparkan ketujuh langkah bias diambil dalam perjalanan menuju sisi kanan Quadrant, dengan mebagi lebih banyak rahasia dalam hal keterampilan yang  dibutuhkan untuk menjadi “B” dan “I”.


BAB III

Cara Menjadi “B” dan “I” Yang Sukses 

Ambil Langkah Kecil

Kalau ingin kaya, Anda harus mengubah peraturan Anda. Anda harus mendidik diri sendiri untuk berfikir seperti orang kaya, bukan kelompok miskin atau kelas menengah. Dengan kata lain, berfikir dan memandang dunia dari kuadran “B” atau “I”. untuk sukses di kuadran “B” atau “I” membutuhkan kecerdasan emosional yang tidak dipelajari di sekolah.
1)      Langkah 1 : Sudah Waktunya Mengurus Bisnis Sendiri
Apakah Anda selama ini bekerja keras dan membuat orang lain kaya? Sejak kecil kebanyakan orang deprogram untuk mengurus bisnis orang lain.
2)      Langkah 2 : Mengendalikan Cash Flow Anda
Keterampilan terpenting. Setelah memutuskan untuk mengurus bisnis anda sendiri, langkah berikutnya sebagai CEO bisnis hidup Anda adalah mengendalikan cash flow ANda. Jika ANda 
3)      Langkah 3 : Mengetahui Perbedaan antara Risiko dan Berisiko
Pengelolaan csh flow yang baik dimulai dengan mengetahui perbedaan antara sebuah asset dan likuiditas, bukan definisi yang diberikan banker Anda. Sebuah rumah menjadi asset atau liabilitas tergantung pada arah cah flow. Kalau uang mengalir ke dalam saku Anda, maka rumah adalah asset. Bila mengalir ke luar saku anda, maka rumah adalah liabilitas. Seseorang yang kaya memusatkan upaya dalam perolehan asset, bukan dengan bekerja lebih keras. Siapa yang lebih pandai? Kau atau uangmu?
4)      Langkah 4 : Tentukan Anda mau Menjadi Investor Tipe apa.
Tipe A  : investor yang mencari problem. Khususnya mencari problem yang ditimbulkan orang-orang yang mempunyai masalah keuangan.
Tipe B  : Investor yang mencari jawaban. Sebaiknya segera mewawancarai beberapa perencana finansial, memilih satu dan mulai mengikuti anjurannya.
Tipe C  : Investor tipe sangat Schultz.  Aku tidak tahu apa-apa.

5)      Langkah 5 : Cari Pembimbing
Pembimbing adalah seseorang yang memberi tahu anda apa yang penting dan apa yang tidak penting.
6)      Langkah 6 : Jadikan Kekecewaan Kekuatan Anda
Bersiaplah kecewa, didampingi seorang pendamping, bersikap baiklah kepada diri sendiri, katakana yang sebenarnya.
7)      Langkah 7 : Kekuatan Keyakinan.
Bagi anda yang sudah siap pindah dari suatu kuadran ke kuadran yang lain, sadarilah perkataan yang muncul dari hati , tubuh dan jiwa Anda. Bila akan melakukan perubahan, Anda harus menyadari pikiran serta perkataan yang ditimbulkan emosi Anda. Bila tidak menyadari kapan emosi Anda yang bicara, Anda tidak akan berhasil dalam perjalanan ini.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images